PEZIARAH

Shuttle Kerkhof Muntilan–Sendangsono, dan kenapa kami akhirnya menyewa satu mobil

Sebelas kilometer yang selama ini bikin orang batal ziarah sendiri. Sekarang ada mobil yang jalan bolak-balik tiap Sabtu dan Minggu.

Dion Wicaksono · 29 Agustus 2026 · 7 menit baca

“Dari Muntilan ke Sendangsono naik apa?” adalah pertanyaan yang sering muncul di kalangan para peziarah — bisa ke diri sendiri, bisa ke satu sama lain. Jawaban jujurnya selama ini kadang bikin geli: nawar ojek di depan pasar, atau menunggu ada rombongan paroki yang kursinya sisa.

Jadi mulai bulan ini kami menyediakan satu mobil, empat belas kursi, dan menjalankannya bolak-balik di satu ruas saja: Kerkhof Muntilan — tempat Romo Sanjoyo dan para perintis misi Jawa dimakamkan — ke Sendangsono, lalu kembali ke titik yang sama 4 kali sehari.

Kenapa cuma satu ruas

Karena ruas ini yang paling sering memutus perjalanan orang. Sebelas kilometer, jalan naik, sinyal tipis di beberapa titik, dan taksi online yang sering tidak mau ambil order balik dari Sendangsono karena kosong di jalan pulang. Untuk peziarah yang datang sendiri atau berdua, biaya transportnya jadi lebih mahal daripada seluruh sisa perjalanannya.

Kami tidak menambah rute lain dulu. Satu mobil, satu ruas, jadwal tetap — supaya kalau gagal, gagalnya kecil dan kelihatan.

JADWAL & BIAYA
Ruas
Kerkhof Muntilan (Makam Rm. Sanjoyo) ⇄ Sendangsono
Hari
Setiap hari
Keberangkatan
06.00, 09.00, 12.00, 15.00 dari Kerkhof
Kembali
08.00, 11.00, 14.00, 17.00 dari parkiran Sendangsono
Biaya
Rp 45.000 per orang, pulang-pergi
Kapasitas
14 kursi per trip · 56 kursi per hari
Shuttle bus Peziarah rute Kerkhof Muntilan–Sendangsono
Satu mobil, empat belas kursi, satu ruas. Kalau QR di kacanya dipindai, ia membuka halaman pendaftaran yang sama.

Yang perlu kamu tahu sebelum ikut

Hitungan di balik Rp 45.000

Kami sewa satu Hiace empat belas kursi seharga Rp 38,5 juta sebulan, ditambah sekitar Rp 60.000 per trip untuk BBM dan sopir. Dengan empat trip pulang-pergi setiap hari, biaya sebulan jatuh di angka Rp 45,9 juta.

Kalau semua 1.736 kursi sebulan terisi, harga pokoknya cuma Rp 26.500 per orang. Tapi tidak ada shuttle yang penuh terus, jadi tarif dipasang di Rp 45.000 — angka yang menutup sewa kalau rata-rata 31 orang naik per hari, yaitu sekitar separuh kursi yang kami jalankan.

Kami tulis angkanya di sini supaya jelas: tarif ini bukan harga pasar hasil survei, tapi hasil bagi biaya sewa. Kalau kursinya konsisten penuh, yang turun duluan adalah tarifnya, bukan jumlah tripnya.

Cara daftar

Isi formulir di halaman depan Peziarah — nama, nomor WhatsApp, tanggal, jam keberangkatan, jumlah kursi — atau langsung chat kami. Keduanya berakhir di percakapan yang sama; formulir hanya memastikan kami tidak salah catat tanggal.

Ziarah tidak seharusnya batal karena urusan sebelas kilometer.

Kalau ternyata penuh terus, kami tambah hari. Kalau ternyata sepi, kami hentikan dan mengaku di jurnal ini juga.

Semua tulisan · Katalog Peziarah

PEZIARAH
KERANJANG ({{ cartCount }})
{{ resultsLabel }}
{{ r.name }} {{ r.cat }} {{ r.price }}
PEZIARAH
KERANJANG ({{ cartCount }})
JURNAL / {{ pillarLabel }}
{{ kicker }}

{{ title }}

{{ dek }}

{{ author }} · {{ date }} · {{ readLabel }}
{{ heroSlot }}
{{ photoCredit }}

{{ b.text }}

{{ b.text }}

{{ b.text }}
{{ b.slot }}
{{ b.caption }}
{{ f.caption }}
  • {{ it }}
{{ b.text }}
{{ r.k }} {{ r.v }}
{{ author }}

{{ bio }}

Tulisan lengkapnya belum terbit di sini. Sementara ini, baca rubrik lainnya di Jurnal.

Masih di rubrik yang sama

{{ pillarLabel }}
{{ p.slot }}

{{ p.title }}

{{ p.dek }}

{{ p.date }} · {{ p.read }} MENIT
SURAT DUA MINGGUAN

Satu tulisan, satu barang, tiap dua minggu.

{{ note }}