Menikah di catatan sipil, bolehkah menyambut komuni?
Saya menikah di catatan sipil saja, tidak di gereja. Sudah delapan tahun. Setiap Misa saya duduk saja waktu orang lain maju. Apa saya memang tidak boleh?
PERTANYAAN PEMBACA · TANPA NAMA · DIJAWAB ROMO A., IMAM DIOSESAN, 14 TAHUN KARYA PAROKI
Ajaran: Bagi orang Katolik, perkawinan dianggap sah kalau dirayakan dalam bentuk yang ditetapkan Gereja — di hadapan imam atau diakon dan dua saksi. Menikah hanya di catatan sipil berarti bentuk itu tidak terpenuhi, dan Gereja belum memandang perkawinan itu sah. Karena itulah selama ini ada yang mengganjal waktu Anda hendak menyambut komuni.
Disiplin: Situasi ini bisa dibereskan, dan jauh lebih sederhana daripada yang dibayangkan kebanyakan orang. Namanya konvalidasi atau pengesahan perkawinan. Anda berdua datang ke paroki, mengikuti pembekalan singkat, lalu menyatakan kesepakatan nikah di hadapan imam dan dua saksi. Tidak perlu gaun, tidak perlu resepsi, tidak perlu mengumumkan apa pun kepada siapa pun. Di banyak paroki urusannya selesai dalam hitungan minggu.
Pendapat: Saya ingin mengatakan satu hal yang sering tidak dikatakan. Delapan tahun duduk sendirian di bangku sementara orang lain maju itu berat, dan keberatan itu nyata. Tapi kesetiaan Anda datang ke Misa selama delapan tahun tanpa bisa menyambut komuni bukan tanda Anda jauh. Sebaliknya. Datanglah ke pastor paroki, bukan dengan rasa bersalah, tapi dengan kalimat sederhana: saya mau membereskan ini. Itu percakapan yang sudah biasa kami dengar.
Cara membaca tiga label di atas
Ajaran: Yang diimani dan diajarkan Gereja. Tidak berubah karena tempat atau selera.
Disiplin: Aturan atau kebiasaan yang berlaku — bisa berbeda antarkeuskupan, bisa berubah.
Pendapat: Pertimbangan pastoral narasumber. Boleh Anda timbang, boleh Anda tidak setuju.
Jawaban di halaman ini bersifat umum dan merupakan pendapat narasumber, bukan ajaran resmi Gereja. Untuk keadaan konkret Anda sendiri, bicaralah dengan pastor paroki.
Jawaban di halaman ini bersifat umum dan merupakan pendapat narasumber, bukan ajaran resmi Gereja. Untuk keadaan konkret Anda sendiri, bicaralah dengan pastor paroki. Kalau Anda sedang dalam bahaya atau krisis yang butuh pertolongan sekarang, rubrik ini bukan salurannya — carilah bantuan langsung.