Muntilan, dan orang yang memulai semuanya
Sebuah museum kecil, satu makam di halaman belakang, dan alasan kenapa hampir semua rute ziarah Jawa lewat kota ini.
Renata Silalahi — 22 Juli 2026
Kalau kamu pernah ikut ziarah rombongan di Jawa Tengah, kemungkinan besar bus kamu berhenti di Muntilan — biasanya untuk makan, kadang untuk mampir ke satu museum yang durasi kunjungannya dijatah dua puluh menit. Saya termasuk yang pernah mendapat dua puluh menit itu, dan kembali sendiri empat tahun kemudian karena merasa dibohongi oleh jadwal.
Museum Misi Muntilan berdiri di kompleks yang dulunya sekolah. Bangunannya rendah, lantainya ubin, dan tidak ada satu pun bagian yang berusaha membuat kamu terkesan. Tapi hampir semua rute ziarah Katolik Jawa, kalau ditarik ke belakang, bermuara di halaman ini.
Frans van Lith, imam Yesuit Belanda, datang ke Muntilan pada 1896. Yang ia temukan adalah pekerjaan misi yang jalan di tempat: sedikit orang Jawa yang tertarik, dan kebanyakan yang tertarik pun mendekat karena alasan praktis, bukan karena percaya.
Bagian lain: Satu orang, dan keputusan yang tidak populer · Yang keluar dari sekolah itu · Makam di belakang · Kenapa Muntilan biasanya digabung dengan Sendangsono
Semua tulisan · Rute Ziarah · Katalog Peziarah