Peziarah.com mengajak tim Komsos paroki, OMK, dan siapa pun yang sudah biasa memegang kamera untuk mendokumentasikan titik ziarah di wilayahnya sendiri. Satu titik, satu set karya, dibayar. Bukan kelas, bukan lomba, bukan kerja sukarela.
Kami bisa saja mengirim orang dari Jakarta. Tapi orang dari Jakarta tidak tahu bahwa jalan salib di tempatmu paling bagus jam setengah enam pagi di bulan Juni, atau bahwa hari Kamis sore kompleksnya kosong. Kamu tahu. Yang selama ini kurang cuma satu: tidak ada yang pernah membayarmu untuk itu.
Dibayar penuh, bukan diganti dengan eksposur. Hak cipta tetap milikmu; kami meminta lisensi non-eksklusif selama 3 tahun untuk pemakaian di peziarah.com, media sosial kami, dan materi promosi — dengan kredit nama dan tautan akun setiap kali ditayangkan. Karyamu bebas kamu pakai untuk portofolio, media paroki, atau akun pribadi.
{{ f.value }}
Kami bisa saja mengirim orang dari Jakarta. Tapi orang dari Jakarta tidak tahu bahwa jalan salib di tempatmu paling bagus jam setengah enam pagi di bulan Juni, atau bahwa hari Kamis sore kompleksnya kosong, atau bahwa Pak Koster akan membukakan pintu kalau diminta baik-baik.
Kamu tahu. Kamu sudah memotret misa di situ bertahun-tahun. Itu bukan nilai tambah kecil — itu keunggulan yang tidak bisa dibeli. Fotografer luar butuh dua hari untuk memahami sebuah kompleks ziarah; kamu sudah paham sejak lama. Yang selama ini kurang cuma satu: tidak ada yang pernah membayarmu untuk itu, dan hasil kerjamu berhenti di grup WhatsApp paroki.
Halaman rute di peziarah.com dibaca peziarah dari seluruh Jawa dan Bali — orang yang sedang mencari tahu tempat itu sebelum berangkat. Nama dan akunmu tercantum di setiap foto yang tayang.
{{ l.body }}
{{ b.body }}
Catatan lapangan itu bukan pelengkap. Buat kami justru bagian yang paling sulit dicari dari mana pun, dan itu yang membuat halaman rute kami berguna.
Kalau ini dikerjakan tim Komsos, honorarium ditransfer ke rekening yang kalian tentukan — mau dibagi antar anggota atau masuk kas Komsos, itu urusan internal kalian, bukan syarat dari kami.
Supaya setiap tim yang diterima pasti dibayar tepat waktu, anggarannya kami siapkan di depan untuk jumlah titik yang tetap.
{{ k.body }}
Kami tidak membuat versi yang lebih ringan untuk kolaborator yang honorariumnya lebih kecil.
Hak cipta tetap milikmu. Kami meminta lisensi non-eksklusif selama 3 tahun untuk pemakaian di peziarah.com, media sosial kami, dan materi promosi — dengan kredit nama dan tautan akun setiap kali ditayangkan.
Karyamu bebas kamu pakai untuk apa pun: portofolio, media paroki, majalah keuskupan, akun pribadi. Kami tidak pernah meminta eksklusivitas.
{{ s.body }}
Kami balas semuanya dalam dua hari kerja — termasuk kalau jawabannya belum bisa sekarang. Kalau titikmu sudah diambil tim lain, kami tawarkan yang terdekat berikutnya; kalau gelombang ini sudah penuh, kami kabari posisimu di daftar tunggu.
Kirim Pesan WhatsApp{{ i.body }}
Satu hal soal cara kerja di tempat ibadat: kami tidak perlu menjelaskan ini panjang-panjang kepada kalian, karena kalian sudah melakukannya tiap minggu. Tapi supaya jelas tertulis — jangan pernah merekam orang yang sedang berdoa tanpa izin, dan tidak ada satu pun foto dalam undangan ini yang nilainya lebih besar daripada ketenangan orang yang datang ke sana untuk berdoa.