PEZIARAH

Ungu, dan kenapa kami memakainya sepanjang tahun

Warna Adven dan Prapaskah dipakai gereja hanya dua kali setahun. Kami memakainya terus — ini alasannya.

Yosef Adiputra · 2 Juni 2026 · 5 menit baca

Gereja memakai ungu dua kali setahun: Adven dan Prapaskah. Kami memakainya sepanjang tahun, di hampir semua yang kami cetak. Beberapa pembaca menulis untuk menanyakan apakah itu keliru, atau setidaknya lancang. Pertanyaannya wajar, jadi ini jawabannya.

Apa arti ungu di liturgi

Ungu adalah warna masa persiapan: menunggu, bertobat, menahan diri. Ia dipakai justru pada dua musim ketika perayaan belum tiba. Setelah Adven datang putih Natal, setelah Prapaskah datang putih Paskah — dan ungu disimpan lagi.

Kenapa kami tidak memakai hijau

Kalau mengikuti kalender, warna yang paling logis untuk sebuah toko yang buka setiap hari adalah hijau: Masa Biasa memakan porsi terbesar tahun liturgi. Kami tetap memilih ungu, dengan dua alasan yang mau kami tulis apa adanya.

Yang pertama jujur secara rohani: bagi banyak orang, hidup imannya lebih mirip Adven daripada Natal. Lebih sering menunggu daripada merayakan. Ungu terasa lebih tepat sebagai warna sehari-hari daripada warna dua musim.

Yang kedua jujur secara komersial: ungu bekerja sangat baik di sebelah kayu, kuningan, dan tenun berwarna tanah. Kami tidak akan berpura-pura alasan ini tidak ada. Kalau kami hanya menyebut alasan pertama, kami sedang merohanikan keputusan desain.

Warna liturgi milik perayaan, bukan milik toko. Yang kami pakai adalah rujukan, bukan jabatan.

Batas yang kami jaga

Ungu kami bukan ungu liturgi dalam arti yang mengikat. Kami tidak menyebut produk sebagai “resmi”, tidak menjual kain untuk kepentingan altar, dan tidak mencetak apa pun yang bisa disalahpahami sebagai perlengkapan liturgi. Perlengkapan liturgi punya aturannya sendiri, dan aturan itu bukan urusan katalog.

Kalau kamu mencari stola, kasula, atau antependium untuk paroki, belilah dari pemasok liturgi, bukan dari kami. Itu bukan kerendahan hati — itu pembagian tugas.

Semua tulisan · Katalog Peziarah

PEZIARAH
KERANJANG ({{ cartCount }})
{{ resultsLabel }}
{{ r.name }} {{ r.cat }} {{ r.price }}
PEZIARAH
KERANJANG ({{ cartCount }})
JURNAL / {{ pillarLabel }}
{{ kicker }}

{{ title }}

{{ dek }}

{{ author }} · {{ date }} · {{ readLabel }}
{{ heroSlot }}

{{ b.text }}

{{ b.text }}

{{ b.text }}
{{ b.slot }}
{{ b.caption }}
  • {{ it }}
{{ b.text }}
{{ r.k }} {{ r.v }}
{{ author }}

{{ bio }}

Tulisan lengkapnya belum terbit di sini. Sementara ini, baca rubrik lainnya di Jurnal.

Masih di rubrik yang sama

{{ pillarLabel }}
{{ p.slot }}

{{ p.title }}

{{ p.dek }}

{{ p.date }} · {{ p.read }} MENIT
SURAT DUA MINGGUAN

Satu tulisan, satu barang, tiap dua minggu.

{{ note }}