Rp 2.450K · HANDMADE · STOK TERBATAS — 3 PCS
Satu papan meranti dipahat tembus jadi sulur yang saling mengunci — ragam hias Dayak yang biasanya menutup dinding rumah panjang dan sarung mandau, di sini mengelilingi korpus. Ujung-ujungnya melengkung seperti kepala enggang, burung yang di Kalimantan dipakai untuk menyebut yang di atas. Warnanya dikuas tangan lapis demi lapis: merah, kuning, putih, hitam — empat warna yang sama yang dipakai pada perisai dan tato adat, bukan palet yang kami pilih sendiri. Korpusnya dipahat terpisah dan disatukan tanpa sekrup dari depan. Pengerjaan satu keping enam sampai delapan minggu, dan tidak ada dua yang sama persis.
UKURAN: M — 45 cm · L — 60 cm · XL — 80 cm
Bersihkan dengan kain kering. Korpus kuningan cukup dilap — jangan disemir, patinanya bagian dari umurnya. Kayu sesekali diolesi minyak zaitun tipis. Jangan digantung di dinding yang sering lembap.
Korpus dicek dudukannya — tidak goyang, tidak miring — dan patinanya dibiarkan apa adanya. Sudut kayu dilapis pelindung, lalu dibungkus kertas dan kain dengan kartu perawatan serta nama pengukirnya.
Semua Salib & Krusifiks · Katalog lengkap · Tanya sebelum beli
{{ priceNote }}
{{ kitLabel }}{{ ql }}
{{ desc }}